Pelajar dan Karakter
Pelajar dan Karakter
Karakter adalah suatu pembawaan individu berupa sifat, kepribadian, watak
serta tingkah laku yang diekspresikan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga, secara
mendasar dalam kehidupan sehari-hari adanya pengklasifikasian karakter dibagi
menjadi dua jenis, yaitu karakter baik dan karakter buruk. Jadi, dapat diambil
kesimpulan bahwa karakter atau sifat bawaan berkaitan erat dengan kepribadian (personality)
dalam diri seseorang.
Sedangkan menurut Soemarno Soedarsono Karakter adalah suatu
nilai yang terpatri dalam diri seseorang yang didapatkan dari pengalaman,
pendidikan, pengorbanan, percobaan, serta pengaruh lingkungan yang kemudian
dipadupadankan dengan nilai-nilai yang ada di dalam diri seseorang dan menjadi
nilai intrinsik yang terwujud di dalam sistem daya juang yang kemudian melandai
sikap, perilaku, dan pemikiran seseorang.
Kemudian,ketika berbicara tentang Pelajar saat ini, pembentukan karakter
itu sendiri lebih kepada didikan lingkungan sekitarnya dibanding dengan didikan
orangtua atau sifat bawaan mereka. Yang dimana, lebih kepada sifat acuh, kurang
sosialisasi, bahkan sampai kepada tindak kekerasan. Sehingga menimbulkan
masalah dalam kepribadian mereka, masalah tersebut kian membesar dengan kondisi
kita saat ini, yang dimana pelarian dari masalah yang mereka hadapi lebih
kepada Sosial media yang memiliki dampak yang sangat besar dalam kepribadian
seseorang.
Dampak tersebut semakin besar pula dengan tidak adanya peran Guru
disekolah dikarenakan para Pelajar harus belajar dengan metode Daring. Dengan
proses itu, pelajar sangat kurang mendapatkan perhatian dan didikan dari Guru,
akibatnya Pelajar terdidik dengan lingkungannya yang lebih banyak
bersosialisasi disosial media yang ketika kurang atau tidaknya perhatian dari
Keluarga mengakibatkan krisis karakter.
Untuk itu,perlu adanya edukasi untuk membangun kembali karakter yang
merupakan perwujudan dari nilai-nilai dari Pancasila yang menjadi cita-cita
dari ”Profil Pelajar Pancasila”.
Yang dimana, profil Pelajar Pancasila yaitu
:
1. Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa adalah
pelajar yang berakhlak dalam hubungannya dengan Tuhan Yang Maha Esa.
2. Berkebhinnekaan
global. Yaitu pelajar Indonesia harus mempertahankan budaya luhur, lokalitas,
dan identitasnya tetap berpikiran terbuka dalam berinteraksi dengan budaya
lain. Sehingga menumbuhkan rasa saling menghargai.
3. Mandiri.
4. bernalar kirtis.
(Ahmad Rifa'i Rahman : Bidang Kader PD IPM Gowa 2018-2020)

