Menjadi Perhiasan Ditengah-tengah luasnya Dunia

Menjadi Perhiasan Ditengah-tengah luasnya Dunia

           Seorang perempuan berperan penuh terhadap tanggung jawab yang besar. Sebab, ia diibaratkan sebagai tiang dan fondasi sebuah rumah, karena begitu penting perannya dalam sebuah keluarga. Kasih sayangnya adalah nutrisi batin  dan penyemangat bagi anak-anaknya. Saat menjadi istri, ia bukan hanya sebatas ibu,  melainkan dia juga adalah mitra sekaligus sahabat suaminya. Menjadi seorang perempuan adalah sebuah keistimewaan, dia memiliki banyak kelebihan.

           Kita biasa melihat bagaimana awal mula munculnya islam. Siapa yang tak kenal Siti khadijah seorang perempuan kaya raya yang menikah dengan pemuda miskin Yang bernama Muhmmad, dia adalah perempuan pertama yang mengakui kebenaran islam. Khadijah dikenal bukan melalui kecantikan wajah ataupun kekayaan yang iya miliki. Namun karena pengorbanan dalam mendukung perjuangan dakwah Rasulullah SAW. Khadijahlah yang menjadi salah satu sumber kekuatan rasulullah dalam mengemban risalah islam. Atau siapa yang meragukan kegigihan ibunda seorang Imam Syafi’i, salah satu mujtahid besar dan merupakan salah satu imam mazhab yang populer dalam agamaini. Beliau terlahir dalam keadaan yatim dan miskin. Dan ibunyalah yang mendidik dan mengarahkan Syafi’i kecil sehingga berhasil menjadi ulama besar. Ibunya, Fatimah binti Ubeidillah selalu menjaga makanan, minuman, kesehatan serta daya fikir Imam Asy-Syafi’i sejak kecil. Catatan fantastis ditorehkan Imam Syafi’i yang telah hafal Alquran pada usia yang masih belia, yaitu 9 tahun.Suatu kemampuan yang luar biasa dan di atas rata-rata bagi kebanyakan orang. Semua itu terjadi saat Islam diterapkan secara kaffah dalam seluruh aspek kehidupan.

           Perempuan diposisikan sesuai fitrah dan kedudukannya.  Kedudukan perempuan yang sebelumnya berada dibawah kezaliman seperti boleh diwariskan, dikungkung paksa dan diperjual-belikan, berubah menjadi mulia dan terhormat. Namun seiring berjalannya waktu, nilai mulia dan kehormatan seorang perempuan hilang ditelan zaman. Perempuan dengan bangga mempertontonkan auratnya, dan dengan bangganya mengganti gamisnya yang longgar dengan pakaian yang begitu ketat dan membentuk lekuk tubuhnya,  jilbab yang dulunya terulur rapi menutupi dada kini dimodifikasi menjadi jilbab kekiniaan yang tak lagi menutupi dada dengan alasan trand fashion. Tidak kah kita miris meliha semu itu? saudara seiman kita dengan bangga memamerkan auratnya didepan laki-laki yang bukan mahromnya. Perempua muslimah dikenal melalui pakaiannya yang begitu anggun dan menutup aurat. Dimanapun kita berada kita dapat dikenali melalui pakaian yang kita gunakan,karena pakaianmu adalah identitasmu.

           Kembali kita membahas tentang perempuan dan pehiasan, begitu bangganya kita terlahir sebagai perhiasan dipermukaan bumi ini. Namun bagaimana dengan pemandangan yang tak lagi menempatkan perhiasan tersebut pada tempatnya dan bahkan lupa bahwa dia adalah sebuah perhiasan yang begitu berharga. Allah menginginkan perempuan banyak menjaga diri, karena diri kita haruslah terjaga. Allah ingin kita agar selalu menjaga hati karena hati kita begitu istimewa. Allah ingin kita menjaga ucapan karena sejatinya perempuan adalah berlian. Tak ada yang mampu mengubah diri kita selain diri kita sendiri. Buatlah diri kita layaknya permata yang berada didasar laut yang begitu dalam sehingga orang-orang akan menyelam kedasar lautan untuk mengambil permata tersebut, bukan seperti buih dipinggir pantai yang begitu mudahnya didapatkan oleh orang-orang.

           Terlahir sebagai seorang perempuan dan menjalani kehidupan ini layaknya perempuan dalam islam, membuat saya mengingat kata-kata dari Syekh Akram Nahwadi tentang status perempuan dalam islam.

Ketika dia terlahir sebagai anak perempuan, dia membukakan pintu surga bagi ayahnya.

Ketika dia menjadi seorang istri, dia melengkapi separuh agama suaminya.

Ketika dia menjadi seorang ibu, surga diletakkan dibawah kakinya.

Ketika setiap orang tahu bagaimana kedudukan perempuan dalam islam, setiap orang ingin menjadi seorang perempuan.

Perempuan adalah sosok mahkuk yang sering dipandang lemah. Namun dibalik itu, perempuan memiliki kekuatan yang dahsyat sehingga mampu mempengaruhi laki-laki yang terkuat sekalipun dizamannya. Perempuan terlahir istimewa untuk menjadi yang terbaik dan penentu suksesnya generasi masa depan. Karena ditanggan perempuanlah masadepan suatubangsa. “Jika kau mendidik satu perempun maka kau telah mendidik satu generasi” (Hudayanti Iskandar : Sekbid IPMawati IPM Gowa 2018-2020)

 Nuun walqalami wamaa yasthuruun

 

Daftar Pustaka

Ariwibowo, Agus & Fidayani. 2016. Makin Syar’i Makin Cantikì. Jakata: Quanta, Elex Media Kompotindo

Dian Safitri Mutiara. 2020. Perempuan Antara Takdir dan Amanah. Jakarta: Quanta, Elex Media Kompotindo

Hanifa Hana. 2017. Muslimah Keren. Jakarta: Quanta Eleks Media Kunpotindo

Millah Aunul. 2015. Potret Wanita yang Diabadikan dalam Al-Qur’an. Solo: Tinta Madina Tiga Serangkai.

 

 

 

 

Popular Posts