Ukhuwah dalam Bingkai Ikatan
Sejarah
merupakan bagian yang penting dari sesuatu yang telah terjadi sehingga ada masa
sekarang ini. Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) merupakan Organisasi Otonom
Muhammadiyah yang berbasis Pelajar dan bergerak dibidang dakwah. IPM didirikan
pada tanggal 5 shafar 1381 H/18 Juli 1961 M. Tahun ini, IPM sudah memasuki usia
59 tahun, usia yang terbilang hampir pada titiknya untuk ukuran manusia. Andai IPM
adalah seorang manusia maka tentunya ia sudah berkeluarga mengasih anak bahkan cucu.
menjadi sejarah yang penting bagi saya adalah berada dalam
keluarga IPM sejak 2016 lalu, sejak itulah saya belajar banyak hal tentang
Ketauhidan, Kepemimpinan, Persidangan, Retorika dan keprotokoleran, dan banyak
lagi.
Mengutip salah satu perkataan kakak kami, " Bahwa saya
lahir ke dunia ini dua kali, pertama saya lahir dari rahim ibu saya dan kedua
saya lahir dari rahim IPM" Demikian kata Kakanda Syamsul Hidayat. IPM bukanlah sebatas organisasi basis pelajar
yang orientasinya di bidang dakwah, tetapi juga merupakan rana yang membawa
kita pada keluarga kedua setelah keluarga di rumah, sebab mengasah cinta,
mengasih kasih, dan mengasuh sesama, itu semua terjadi layaknya keluarga
sendiri. Kisah seperti ini lah yang membuat kita betah ber-IPM.
Posisi IPM sebagai organisasi dakwah saya sebut sebagai
kendaraan yang membawa kita kepada saudara-saudara kita yang jarang kita temui,
bahkan tidak pernah kita temui sebelumnya. Orang desa berkunjung ke kota pun
sebaliknya orang kota berkunjung ke desa saling merawat silaturahmi.
Moment paling dinanti-nanti ialah moment dimana terciptanya
forum, entahkah itu musyawarah, bakti sosial, milad, ataupun forum lainnya
sebab saat itulah forum formal namun sebagian isi agendanya ialah saling
berbagi cerita suka maupun duka, tawa maupun tangis, sedih maupun bahagia,
walaupun hanya dengan durasi yang tidak cukup lama.
Tidak pernahkah kita merasa pada zaman sekarang ini, kian
hari merasa dekat dengan adanya sekat diantara kita? Hal ini bukan tentang
perpisahan yang akan menciptakan reuni, melainkan semakin canggihnya berbagai
alat disekitar kita sehingga ruang untuk temu semakin sempit. Lagi-lagi kita
berada di era modernisasi. Apakah ukhuwah kita akan tergilas oleh zaman? Semoga
Tidak!
Bersatu
berpadu menjalin ukhuwah
Di dalam
Ikatan Pelajar Muhammadiyah
(Mudzakkir Ma'arif, PC IPM Pao Tombolo)


