TOREH KARYA UNTUK IPM


Dalam rangka Milad Ikatan Pelajar Muhammadiyah ke-59 Tahun yang jatuh pada 18 Juli 2020 Masehi atau bertepatan pada tanggal 27 Dzulqa’dah 1441 Hijriyah, begitu banyak pelajar-pelajar Indonesia yang berpartisipasi dalam milad tersebut khususnya Kader Ikatan Pelajar Muhammadiyah se-Indonesia. Ragam rangkaian milad ini dalam menyongsong 59 Tahun Ikatan Pelajar Muhammadiyah.
Bukan hal yang tak mungkin untuk memeriahkan Milad Ikatan Pelajar Muhammadiyah ke-59 Tahun bagi kader karena begitu mengharapkan terobosan-terobosan untuk pengembangan salah satu Organisasi Otonom Muhammadiyah yang bergerak dikalangan pelajar yang dilakukan oleh Pimpinan IPM khususnya berskala Pusat.
Dalam rangka Milad IPM ke-59 Tahun, diharapkan bisa menjadi gerakan pelajar kedepannya yang sesuai dengan tema Milad yakni “Berkarya Bersama, Mencerahkan Semesta”. Ribuan kader IPM sangat berpartisipasi dalam memeriahkan milad ini tak luput dari apa yang menjadi gerakan saat ini. Dan juga berpartisipasi seperti berkegiatan secara online/daring maupun tatap muka.
Untuk milad kali ini, sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena negeri yang kita cintai sedang terkena Virus atau biasa dikenal dengan Covid-19. Walaupun ditengah virus ini, tidak mengurangi semangat kader IPM dalam menyukseskan Milad ke-59 Tahun.
Dalam menyambut Milad IPM ke-59 Tahun, rangkaian demi rangkaian yang dilakukan oleh kader IPM mulai sayembara, antologi, puisi dll. Kreatifitas kader tersampaikan melalui Milad kali ini.
Untuk Milad ini, serangkaian transformasi pada tubuh IPM menjadi petunjuk tentang dinamika gerakan ini untuk tetap hidup. Tidak saja yang terlihat pada diskursus formal yang sifatnya internal organisasi melainkan juga sikap IPM dalam merespon realitas. Satu hal yang seringkali terlupakan adalah peran IPM dalam sejarah pembentukan identitas pelajar Muslim di Indonesia.
Cita-cita yang ingin dibangun oleh IPM adalah “Terbentuknya pelajar muslim yang berilmu, berakhlak mulia, dan terampil dalam rangka menegakkan dan menjunjung tinggi agama islam sehingga terwujud masyarakat islam yang sebenar-benarnya”.
Sesuatu yang ingin menampakkan sosok ideal sebagai sebuah gerakan pembaharuan serta gerakan pembebasan sebagaimana Muhammadiyah dalam tataran segmen atau kurang lingkup pelajar. Pembaharuan dan pembebasan yang dimaksud adalah sebuah gerakan yang selalu melakukan upaya-upaya perbaikan dalam segala sisi kehidupan masyarakat khususnya masyarakat pelajar.
Sebagai bagian dari kelompok sipil yang memiliki peran penting terutama dalam memfasilitasi aspirasi dan kebutuhan kelompok muda. IPM telah melakukan banyak kontribusi besar dalam mengadvokasi kepentingan pelajar. Baik dalam mengembangkan paradigm pendidikan yang tercermin lewat upaya serius merumuskan Sistem Perkaderan IPM.
Mendorong kebijakan yang ramah terhadap perkembangan kualitas pelajar dengan menolak standardisasi Ujian Nasional sebagai patokan kelulusan. Memastikan hak-hak pelajar tidak dilangkahi oleh penyedia jasa pendidikan: sistematika gerakan dan spirit ‘Iqro (literasi) dalam setiap kegiatan dan aktifitas IPM. Hingga menempatkan posisi pelajar sebagai stakeholder langsung negara.
Kontribusi-kontribusi yang bukan perkara mudah untuk dilakukan. Organisasi pelajar di Indonesia pada umumnya harus berjibaku demikian keras dan konsisten untuk mencapai hasil yang demikian gemilang. Lebih daripada itu, IPM membutuhkan lagi terobosan yang menjawab kebutuhan mendasar pelajar pada khususnya dan masyarakat Indonesia secara umum.
Sebagaimana perubahan adalah keniscayaan laju regenerasi kepemimpinan terus bergulir mengikuti arus waktu yang tak bisa dielakkan. Proses kaderisasi merupakan upaya preventif atas tuntutan regenerasi dan upaya melangsungkan agenda dalam rangka mencapai tujuan untuk mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya dalam jangka panjang.
Dalam setiap tahap dan periode keberadaan kader sangat diperlukan sebagai pelopor, pelangsung dan penyempurna cita-cita besar organisasi . Disamping itu, keberadaan kader mapan yang mempunyai kualifikasi dan kompetensi tinggi secara berkesinambungan akan menjadi salah satu parameter keberhasilan IPM dalam penataan kader dan pengembangan organisasi secara akseleratif sesuai dengan dinamika dan tuntutan zaman.
Karena berkelanjutan sebuah gerakan akan sangat dipengaruhi oleh ide, gagasan, pemikiran serta paradigm yang terus dikaji, didiskusikan, disafsirkan serta dikontekstualisasikan oleh para kadernya.
(Muhammad Fitrah, PD IPM Sinjai)

Popular Posts