MARS IPM, HARMONISASI NADA DALAM RANGKAIAN KATA-KATA YANG PENUH MAKNA
Mars IPM, Sekiranya tidak asing lagi bagi telinga-telinga kader
Ikatan Pelajar Muhammadiyah. Mars atau harmonisasi nada yang penuh makna ini
seringkali diperdengarkan di setiap acara
IPM, terutama pada acara-acara yang diadakan mulai dari Pimpinan Ranting
sampai Pimpinan Pusat. Mars ini adalah nyanyian kebanggaan para kader IPM yang
selalu menduduki tempat terpenting sebagai bagian dari rangkaian acara IPM.
Mars IPM disenandungkan begitu merdu dan indahnya sehingga para penikmatnya
tertarik untuk menyenandungkan mars IPM ini.
Bersatu,
Berpadu, Menjalin Ukhuwah Di Dalam IPM
Makna lirik ini jika kita pahami ingin menciptakan atau menjadikan
kader-kader sebagai manusia yang peduli satu sama lain serta yang dapat
berkolaborasi dalam mencipatakan kerukunan bukan hanya sebagai kader IPM
melainkan juga dengan sesama manusia di muka bumi ini. Nah jika kita lihat pada
zaman sekarang ini zaman millennium, zaman manusia modern, zaman yang diperalat
teknologi namun miskin jiwa sosial. Apakah selama ini kita sudah membangun
dimensi aliansi sesama kader maupun sesama manusia? Atau mungkin titik fokus
kita hanya pada menjadi kader individualis yang hanya mengejar kompetisi
metaforis? Dalam hal ini saya hanya ingin mengulas makna mars IPM dalam lingkup
Ipmawan dan Ipmawati atau kader-kader IPM.
Prinsip kerja sama, bersaudara, bersatu dan afiliasi itu dijelaskan
dengan perspektif Islam dalam konsep ukhuwah Islamiyah. Selaras dengan QS.
Ali-Imran 3:103 yang di dalamnya menjelaskan tentang prinsip persatuan dan
perpaduan individu dengan individu yang lain guna mewujudkan tujuan yang sama
dalam kebaikan. Pada prinsip ukhuwah Islamiyah, semua pribadi berhak untuk
melangkah bersama, bukan hanya salah satunya ataupun hanya satu kelompok yang
di dorong untuk maju. Saling mendukung merupakan hal penting dengan menciptakan
kerukunan yang mampu merangkul banyak orang agar menjadi pribadi yang
berkemajuan. If we always close ourselves and our mind then bright ideas will
not be created.
Terampil,
Berilmu, Berakhlak Mulia
Zaman sekarang ini adalah zaman modern keterampilan yang kita
miliki harus di barengi dengan penguasaan IPTEK menjadi sebuah tantangan bagi
kita semua. Bagaimana kita harus melakukan tindakan-tindakan pencegahan dalam
menghadapi kompetisi global nanti. Dengan adanya bencana pandemic Covid-19 ini,
kita sebagai umat manusia dikerahkan untuk segera menyelesaikan pekerjaan
melalui dunia digital. Selama pandemic berlangsung kita selalu melakukan
pertemuan melalui daring atau secara online misalnya seminar, diskusi pelajar
di setiap jenjang spendidikan, dan rapat-rapat. Inilah realitas yang tengah
terjadi di masyarakat dan akan kita hadapi pula kedepannya,
Terampil tidak hanya sekedar terampil tetapi kita juga harus
berilmu atau memiliki wawasan yang luas agar kita tidak ketinggalan zaman.
Perkembangan teknologi sampai saat ini begitu pesat agar kita mampu menghadapi
tantangan zaman maka penguasaan ilmu pengetahuan sangat dibutuhkan jika kita
maka kita akan gagap teknologi. Luasnya wawasan akan mempengaruhi akhlak
seseorang, terkadang seseorang yang berakhlak mulia serta wawasannya luas
cenderung berakhlak mulia, namun tidak bisa dipungkiri juga ada yang berilmu
namun tidak berakhlak mulia. Ini kemudian menjadi tantangan buat kita apakah
kita sudah berilmu, berakhlak mulia, dan terampil? Sebaiknya kita mempersiapkan
diri sebagai manusia yang bisa terampil, berilmu, dan berakhlak mulia.
Pelopor
dan Pelangsung Penyempurna Amanah
Banyak sekali pemuda-pemuda yang telah menjadi inisiator sekaligus
promotor pergerakan umat. Dengan menciptakan kelompok-kelompok kajian berbentuk
digital baik dari sektor pendidikan, budaya, ekonomi, sosial, dan politik. Dan
hal yang peling penting yang perlu kita perhatikan adalah jangan sampai
pembahasan-pembahasan yang terdapat dalam kajian ini berbenturan antara yang
baik dan buruk atau antara kebenaran dan keburukan. Hal penting lainnya adalah
kita sebagai umat manusia dituntut agar bisa menyempurnakan pergerakan umat
yang sebenarnya masih harus dikembangkan lagi.
Berjuang
Dengan Sekuat Tenaga, Tegakkan Islam yang utama
Demi mewujudkan impian bersama, perjuangan umat manusia sudah
merupakan hal yang patut dilaksanakan. Tidak hanya sebagai bualan semata namun
impian itu harus dapat terealisasikan dengan prinsip yang baik dan benar. Sudah
sangat jelas bahwa agama Islam mengajarkan hal-hal yang baik bagi semua umatnya
dan ajaran-ajaran yang baik tersebut jika direalisasikan dengan baik maka akan
menciptakan kemaslahatan bagi umat manusia. Jadi sebagai umat Islam kita harus
menegakkan Islam agar tercipta kesejahteraan dan kedamaian umat. Dengan ini
kita bisa menarik kesimpulan bahwa cita-cita luhur Muhammadiyah ingin
mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Teruslah mencari cara agar
mampu mewujudkan Islam yang berkemajuan. Sebagai kader Jangan berhenti
berproses untuk mewujudkan impian bersama yaitu menegakkan Islam, Islam yang
sebenar-benarnya.
Menjadi
Kader Yang Siap Sedia, Untuk Umat dan Bangsa
Sebagai kader, pelajar, ataupun pencari Ilmu kita harus siap
ditempatkan dimana saja. Seperti yang kita ketahui bahwa setiap manusia
memiliki keterampilannya masing-masing yang di berikan oleh Allah SWT. Oleh
karena itu agar telah menjadi tugas kita untuk mengasah keterampilan yang kita
miliki tersebut. Ketika umat memanggil, kita harus siap sedia dengan dakwah amar
ma’ruf nahi munkar yang senantiasa kita emban. Ketika bangsa memanggil,
maka kita juga harus siap sedia dengan mengemban prinsip hizbul wathan
membela tanah air sampai titik darah penghabisan.
Berdiri,
Tegaklah Tampillah Di Muka Ikrarkan Bersama IPM Berjaya
Dari banyaknya hal penting yang dijelaskan diatas ada pula hal yang
tak kalah pentingnya yang perlu kita realisasikan bersama sebagai kader IPM.
Kita sebagai kader IPM harus mampu berdiri setinggi-tingginya untuk mewujudkan
Islam yang sebenar-benarnya. Namun bukan hanya itu kita juga harus mampu
menegakkan. Karena dengan hal itulah kemudian dapat dibedakan yang mana kader
yang yang sebenar-benarnya dan kader yang tengah bersandiwara.seperti halnya
bendera jika tidak ditegakkan di puncak maka kelihatannya tidak akan indah di
pandang namun jika berdiri tegak pada puncaknya maka disitulah kesaksian yang
sebenarnya. Karena pada akhirnya ikrar akan dipertanggung jawabkan.
(Nurul Zakinah, PC IPM Pallangga)


