Komentar Buruk Tidak Akan Menyurutkan Semangat Ber-Ipm Kami
Tidak
sedikit orang beranggapan bahwa IPM itu tidak menjaga jarak antara perempuan
dan laki-laki, ada juga yang beranggapan bahwa IPM adalah organisasi yang
menghabiskan banyak uang untuk bersenang-senang dan banyak lagi komentar buruk
lainnya. Namun, orang yang berkomentar seperti itu adalah orang yang tidak
mengenal IPM dengan baik. Selain itu, mereka juga belum pernah merasakan
nikmatnya ber-IPM.
Saya
pribadi yang baru bergabung pada tahun 2019 silam, telah merasakan nikmatnya
ber-IPM meskipun baru beberapa kali mengikuti kegiatan IPM. Tetapi, saya merasa
bahagia saat berkumpul bersama dengan kader IPM lainnya, seakan semua kesedihan
yang saya rasakan hilang ditelan bumi. Ditambah lagi saat kakak-kakak saya di
IPM membantu saya menyelesaikan tugas sekolah serta menjelaskan apa yang tidak
saya ketahui.
Untuk itu, kalian yang berkomentar buruk
tentang IPM berhentilah mengomentari sesuatu yang tidak kalian ketahui. Jika
ingin mengenal IPM dengan baik, maka bergabunglah bersama kami. Tak ada orang
asing dalam IPM, kita semua berkeluarga dan menolong sesama adalah hobby kami.
Karena pada dasarnya, IPM didirikkan dengan tujuan sebagai organisasi remaja
untuk terbentuknya pelajar muslim yang berilmu, berahlaq mulia, dan terampil
dalam rangka menegakkan dan menjunjung tinggi agama islam sehingga terwujud
masyarakat utama adil dan makmur yang diridhai Allah Subhanallahu Wa Ta’ala. Salah satu Bukti bahwa IPM tidaklah buruk adalah IPM bisa tersebar luas di
Indonesia serta mampu mencetak kader-
kader di 34 provinsi yang ada di Indonesia serta memiliki 10.030 cabang dan
19.372 ranting yang bertahan sampai sekarang dan saya yakin bahwa cabang-cabang
IPM akan semakin bertambah seiring berjalannya waktu.
Teruslah ber-IPM, sebab IPM adalah organisasi otonom
Muhammadiyah yang merupakan gerakan amar ma’ruf nahi munkar dan berakidah
isalam dan bersumber pada Al-Qur’an dan As-Sunnah.
(Nurul Mu'minin, PC IPM Pallangga)


