Ikatan Pelajar Muhammadiyah Sebagai Gerakan Pencerahan Bagi Pelajar Indonesia
Muhammadiyah sebagai ideologi
gerakan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) sudah menjadi barang tentu untuk
kemudian melestarikan dan menjaga amanah ideologi yang dianut oleh Muhammadiyah.
Meminjam referensi Prof. Haedar Nashir dalam bukunya Kuliah Kemuhammadiyahan
Jilid 2, bahwa Dalam Pernyataan Pikiran Muhammadiyah Abad Kedua hasil Muktamar
ke-46 tahun di Yogyakarta disebutkan secara tegas, bahwa "Muhammadiyah
pada abad kedua berkomitmen kuat untuk melakukan gerakan pencerahan."
Artinya Muhammadiyah secara resmi telah memilih visi dan orientasi misinya pada
era mutakhir sebagai 'Gerakan Pencerahan'.
Ikatan Pelajar Muhammadiyah sebagai
ujung tombak perjuangan dakwah Muhammadiyah di ranah pelajar, harus terus merefleksikan
narasi pencerahan tersebut di atas. IPM yang sudah menginjakkan usia ke-59 tahun yang tentu sudah tidak muda
lagi. Itu artinya bahwa IPM sedang dalam masa proses semangat gerakan pencerahan,
tidak terlalu berlama-lama dalam kegiatan yang cenderung sudah lawas, yang
kurang relevan lagi untuk di jadikan sebagai gerakan dakwah di kalangan
pelajar.
IPM sebenarnya sudah harus
mereformulasi sistem gerakannya untuk siap berkompetisi dalam era yang serba
digital ini atau biasa disebut dengan era 4.0. Sehingga, IPM tidak hanya
menjadi penonton media dan jangan hanya menjadi konsumer media belaka. Tetapi,
yang perlu dilakukan oleh pelajar berkemajuan dengan semangat pencerahan, ialah
mengambil peran strategis di atas panggung media. Sudah saatnya kader IPM yang menjadi
produsen, membuat konten-konten dakwah pelajar dan dakwah milenial yang mengisi
ruang-ruang media yang begitu terbuka bagi setiap kalangan, tak terkecuali
kalangan pelajar itu sendiri.
Sudah saatnya IPM harus serius
menatap masa depan Indonesia, agama Islam dan Muhammadiyah dengan semangat
dakwah yang moderat dan berkemajuan, agar cita-cita besar Muhammadiyah dapat
tercapai yaitu, "Terciptanya Masyarakat Islam Yang Sebenar-Benarnya".
Sehingga cita-cita Muhammadiyah tidak hanya menjadi utopis (khayal) tetapi
betul-betul teraktualisasikan dengan sempurna dan di rasakan manfaatnya oleh
masyarakat banyak, itulah yang diharapkan oleh organisasi masyarakat terbesar
di Indonesia dan dunia ini (Muhammadiyah).
Tentu, itu bisa terwujud dengan semangat
para kader sejati dan tangguh Ikatan Pelajar Muhammadiyah dalam mengeksplorasi
dakwah Muhammadiyah dengan daya perjuangan yang sungguh-sungguh untuk meraih
ridha dan pahala dari Allah SWT.
Sebagaimana dalam Quran Surah Muhammad ayat 7 Allah berfirman: "Wahai
orang-orang yang beriman Jika kamu menolong agama Allah, niscaya dia akan
menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu." Secara landasan pun sangat
kuat dan jelas bahwa gerakan dakwah IPM bukan perkara yang main-main, tetapi
gerakan IPM adalah gerakan dakwah yang modernis dan mencerahkan semesta.
Kader Muhammadiyah secara umum dan
khususnya kader IPM, sudah sering membaca dan mendengar Tag line 'Islam
Berkemajuan'. Iya, Islam berkemajuan adalah salah satu ciri kita beragama Islam
dengan benar dan baik. Kita sebagai kader Muhammadiyah dituntut untuk maju dari
segi Ilmu Pengetahuan, Ekonomi, Politik, Teknologi dan Budaya dengan bingkai
nilai-nilai luhur keislaman. Jikalau melihat kembali goresan tinta emas sejarah
pada era kejayaan Islam, umat Islam benar-benar unggul dan maju dalam moral dan
keadaban, sekaligus dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, politik, ekonomi dan
kebudayaan.
Sejumlah ilmuan Islam hadir kepermukaan
sebagai sosok pencerah peradaban sebutlah Al-Farabi, Ibnu Maskaweih,
Al-Khawarizmi, Al-Kindi, Al-Ghazali, Ibnu Khaldun, Ibnu Sina, Ibnu Rusyd, Ibnu
Batutah, dan ilmuan-ilmuan kelas dunia lainnya yang telah mencerahkan dunia
ini, bukan hanya mencerahkan dunia Islam tetapi mencerahkan seluruh dunia tanpa
memandang agama, suku, dan bahasa. Dari ilmuan Islam dunia di atas dapat kita
jadikan refleksi bersama dan merenungi bahwa Pelajar Muslim siap meneruskan
tradisi pencerahan ini yang telah di mulai oleh para Ulama dan Ilmuan shaleh
masa lampau.
Olehnya, tulisan ini sangat
berkorelasi positif dengan tema yang di angkat pada Milad IPM yang ke 59 yaitu
"Berkarya Bersama, Mencerahkan Semesta". Dari tema tersebut penulis
memaknainya bahwa dalam mengimplementasikan gerakan pencerahan, maka tentu
harus di awali dengan karya-karya yang di lakukan secara individu maupun secara
kolektif oleh IPM dari tingkat pusat hingga tingkat Pimpinan Ranting.
Muhammadiyah telah mengamanahkan
kepada IPM untuk terus berkarya dan berkarya, sehingga bisa menjadi mercusuar
yang memberikan cahaya peradaban agar navigasi pelajar Indonesia, pelajar Islam
yang keduanya terbingkai dalam satu tubuh dalam Ikatan pelajar Muhammadiyah agar
tetap dalam koridor dan radiasi gerakan Pencerahan untuk Ummat, Bangsa, dan
Negara.


