BERAWAL DARI PANDANGAN PERTAMA HINGGA KU MENCINTAINYA DAN AKU TAK INGIN JIKA IA TIADA


Layaknya rasa cinta pada sesama manusia yang telah menjadi fitrah serta telah menjadi suatu hal yang wajar, begitupun yang terjadi antara aku dan organisasi ku yakni Muhammadiyah. Yang sejak aku masih belia hingga sekarang ini yang sudah menjadi darah daging yang bahkan telah menyatu pada jasad ini yang tidak lain karena faktor keturunan yang memang kakek nenekku adalah warga Muhammadiyah yang bahkan sampai saat ini terwarisi kepada anak-anaknya bahkan sampai pada cucu-cucunya termasuk daya sendiri. Jujur........ sejak aku kecil disaat Muhammadiyah mengadakan event dan saya pada waktu itu ikut, semenjak saat itu ada rasa simpati pada organisasi ini. Bahkan saat aku lulus di bangku sekolah dasar dan melanjutkan ke jenjang berikutnya aku lebih memilih bersekolah di sekolah Muhammadiyah. Disinilah awal aku lebih mengetahui lebih dalam tentang Muhammadiyah, mengikuti PKTM 1 di bulan Ramadhan. Suatu kegiatan yang telah menjadi rutinitas di organisasi Muhammadiyah. Dan salah satu hal yang paling saya tidak suka saat PKTM 1 adalah pada suatu waktu saat diberikan waktu istirahat oleh fasilitator untuk istirahat siang akan tetapi hampir semua teman-teman ipmawan yang pada saat itu di kader malah makan di kamar tidur. Hanya saya berempat yang Alhamdulillah tidak membatalkan puasa di saat 50 orang lebih sedang makan dengan lahapnya, kami cuma bisa memandang serta menggelengkan kepala dikarenakan rasa ilfeel kepada mereka yang usianya sudah bukan anak-anak lagi tapi justru mereka belum bisa menahan diri saat puasa. Alasan ikut PKTM 1 karena saya adalah wakil ketua IPM yang ke-2 makanya saya agak dianjurkan untuk ikut PKTM 1 lebih cepat disaat kebanyakan yang ikut adalah kelas 8 dan kelas 9, cuma saya dan 2 orang seangkatan saya yang kelas 7. 3 tahun berlalu, akhirnya sayapun lulus, kemudian lanjut pada SLTA, lagi dan lagi sekolah yang saya pilih adalah kembali lagi pada sekolah Muhammadiyah, karena ada salah satu nasehat dari pendiri Muhammadiyah (K.H Ahmad Dahlan) bahwa: "sekali Muhammadiyah tetap Muhammadiyah", itu yang ingin saya lakukan, kemudian masuk dan bergabung dalam deretan para Muballigh muda Muhammadiyah yang di didik dan di ajar langsung oleh yang ahli. Dan yang tidak kalah hebat dan meriahnya adalah ketika Muhammadiyah Cabang Limbung mengadakan EXPO. Kembali saya masuk dalam deretan anggota kegiatan itu dan disitu saya sangat yakin dan percaya bahwa Muhammadiyah in sya Allah akan semakin maju di masa yang akan datang. Dan jika ada yang bertanya kepadaku, mengapa engkau mencintai Muhammadiyah, maka akan ku berikan seribu jawaban yang akan meyakinkannya pada Muhammadiyah. Akan tetapi, ketika ada orang yang bertanya kepadaku tentang keburukan Muhammadiyah maka tidak akan ada jawaban yang kuberikan dan kuharap tidak ada jawaban untuk pertanyaan itu. Sekian dan terima kasih
(Muh. Husair Nawawi, PC IPM Limbung)

Popular Posts