Peran Pelajar Milenial Menghadapi Revolusi industri

Revolusi Industri merupakan sebuah perubahan secara besar-besaran di berbagai bidang kehidupan manusia seperti manufaktur, pertanian, pertambangan, transportasi, serta teknologi. Tidak dapat dipungkiri bahwa perubahan-perubahan yang terjadi akan memiliki dampak pada kondisi ekonomi, sosial, dan budaya yang ada di dunia khususnya Indonesia.
Rindustri pertama kali terjadi pada abad ke-18 di Britania Raya dan  ditandai dengan ditemukannya mesin uap, seiring dengan perkembangan zaman terjadilah revolusi industri yang kedua dimana teknologi mesin uap mulai bergeser dan digantikan dengan elektrifikasi atau listrik, lalu revolusi industri ketiga pun berlanjut ketika ditemukannya komputer, hingga sekarang terbentuklah revolusi industri keempat yang ditandai dengan ditemukannya internet beserta teknologi digital.
Revolusi industri ke empat secara fundamental dapat mengubah cara hidup manusia, bagaimana manusia berinteraksi dengan sesama, dan bekerja.
Seperti yang dapat kita lihat di zaman sekarang dengan adanya peranan teknologi di berbagai aspek kehidupan manusia, maka pekerjaan manusia dapat menjadi lebih mudah serta efisien. Di satu sisi hal tersebut akan sangat menguntungkan bagi negara Indonesia khususnya dalam bidang ekonomi.
Tetapi disisi lain perkembangan teknologi yang pesat ini ditakutkan dapat mengambil alih kehidupan manusia sehingga membuat kekacauan dalam tatanan masyarkat. Seperti contoh adalah hilangnya lapangan pekerjaan.
Tentu saja hal ini merupakan sebuah tantangan bagi para pelajar Indonesia untuk dapat bersaing di dunia global. Oleh karenanya di era revolusi industri keempat ini penting sekali peran perguruan atau sekolah  untuk membekali siswanya dengan berbagai softskill yang dapat mengembangkan potensi serta kreativitas dan juga inovasi.
Terdapat beberapa softskill yang sangat penting untuk diasah dan dimiliki oleh pelajar di era revolusi industri keempat ini, yaitu: kemampuan dalam berbahasa asing, kemampuan dalam memecahkan masalah, public speaking, kemampuan dalam berkomunikasi, kemampuan untuk berpikir kritis, serta kepemimpinan.
Dengan dikuasainya kemampuan-kemampuan tersebut maka ketika pelajar tersebut lulus ia akan memiliki nilai tambah untuk dapat bersaing di dunia global.
Sudarmin (PC IPM Balassuka)

Popular Posts