Makna Penting Budaya Bagi Pelajar
Indonesia merupakan sebuah negara republik yang sudah merasakan kemerdekaan selama 74 tahun, dimulainya sejak 17 Agustus 1945 hingga saat ini. Dalam mencapai kemerdekaan bukanlah hal yang amat mudah,tentulah memerlukan sebuah perjuangan besar dari bangsanya. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) terdiri dari 34 provinsi yang terbentang dari sabang sampai marauke dan terdiri dari lima pulau besar yakni Sumatera, Kalimantan, Jawa, Sulawesi, dan Papua. Dasar negara(landasan idiil) Indonesia adalah pancasila yang memiliki arti lima dasar. Selain itu landasan konstitusi adalah UUD 1945. Indonesia dikenal dengan sebuah negara yang memiliki kekayaan alam yang melimpah,dan terikat dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika.
Masyarakat Indonesia dikenal dengan sikap ramah tamah terhadap siapa saja yang ia jumpai termasuk warga asing yang datang berkunjung. Sikap ini tentu saja menambah rasa nyaman para pelancog untuk dapat mengekspor kekayaan sumber daya yang dimiliki.
Dalam mempertahankan dan meneruskan perjuangan Kemerdekaan Indonesia tentulah dibutuhkan semangat dari para pemudanya terkhusus semangat para pelajar. Pelajar merupakan pelanjut yang ditangannyalah nasib suatu bangsa dan dikaki pemudalah kemajuan suatu bangsa. Sebagai seorang pelajar tentulah sangat penting baginya untuk tetap melestarikan kebudayaan-kebudayaaan yang dimiliki oleh negaranya.
Budaya merupakan suatu adat istiadat atau kebiasaan yang sering dilakukan dan telah mengakar oleh masyarakat setempat. Indonesia sendiri dikenal dengan sebutan “negeri 1000 budaya”. Dimana dari sabang sampai marauke terdapat jutaan hingga puluhan juta budaya dari berbagai suku bangsa dan agama.
Saat ini kebudayaan mulai tergeser oleh derasnya arus globalisasi. Masuknya kebudayaan barat dan meluasnya system informasi dan tekhnologi menjadi penyebab utama luruhnya kebudayaan Indonesia. Sebagai contoh kecil yang dapat digambarkan pada perubahan budaya saat ini yakni kurangnya rasa hormat dan sopan santun terhadap orang tua. Bukan lagi hal yang lumrah di sekitar kita jika melihat seorang anak yang ketika lewat atau pun berbicara dengan orang lebih tua sudah tidak ,mengamalkan lagi etika-etika dalam berbicara.
Disini kita tidak dapat menyalahkan siapa pun, melainkan mengembalikan pada sifat individu bagaimana menyikapi arus globalisasi khususnya saat ini di era 4.0. Sebagai generasi pelanjut dan anak bangsa sudah sepatutnya menjadi Pr besar bagi kita semua bagaimana memajukan suatu bangsa tanpa melupakan budaya yang ada di negeri sendiri. Dan yang perlu diingat “budaya adalah identitas bangsa”
Sri Wahyuni (Kabid PIP PC IPM Barembeng)


