Wajah Perkaderan Yang Makin Memudar

         Ketika kita menilik sejarah tentang perkaderan di Ikatan Pelajar Muhammadiyah khususnya cabang Lempangang. Perkaderan atau dikenal dengan PKDTM 1 yang dilaksanakan di IPM Cabang Lempangang dari dulu terhitung sangat banyak pun hingga saat ini, Tak hanya sekedar mengkader saja atau sekedar merealisasikan amanah namun juga mampu menciptakan kader-kader atau penerus yang sangat luar biasa hingga mampu mempertahankan IPM Lempangang tetap aktif dan berdiri kokoh hingga saat ini. Semangat juang dan keikhlasan mereka dalam mengemban amanah begitu luar biasa dan selalu berkobar, meski dihiasi ribuan tantangan. Itulah ketika kita mengingat dan melihat tentang bagaimana sejarah khususnya di ruang lingkup Ikatan Pelajar Muhammadiyah. Masa lalu dan Kini, sudah jauh berbeda ketika berbicara tentang kondisi perkaderan-perkaderan di Ikatan Pelajar Muhammadiyah, terkhusus di Cabang Lempangang. 
IPM di Cabang Lempangang yang memang hingga saat ini masih terakui merupakan salah satu cabang yang juga teraktif dalam melakukan perkaderan-perkaderan.  Semua karena di dukung oleh banyaknya pengorbanan oleh para ayahanda maupun ibunda. Merekalah yang tak henti-hentinya meyuntikkan ribuan motivasi kepada para anak-anak kebanggaanya, agar tak gentar dalam menjalankan amanah dan menjaga cinta terhadap Ikatan Pelajar Muhammadiyah seperti yang mereka perbuat di masa lalu. IPM Cabang Lempangang telah melakukan perkaderan sebanyak 82 kali. Namun  dari sekian banyaknya itu, kader yang telah mengikuti proses perkaderan itu, tak sebanding dengan kader yang aktif dan bertahan sebagai penggerak hingga sekarang. Bahkan, jumlahnya itu terbilang sangat miris jika dibandingkan jumlah seluruh kader yang telah dikader saat itu. Jika dalam sekali IPM Cabang Lempangang mampu mengkader sedikitnya 50 atau 40 peserta setiap tahunnya namun yang aktif dan mampu bertahan hanya 5 atau bahkan 1 orang saja.
Selain itu, kini perkaderan yang dibuat di ranting yang bukan dari Sekolah-Sekolah Muhammadiyah terbilang juga miris, jumlah pesertanya sangat minim itupun masih didominasi oleh siswa yang bersekolah di muhammadiyah. Sedangkan dahulu, kala itu masih saya dapati, jumlah pesertanya sangat luar biasa banyak dan sangat bersemangat. Setiap ranting harus mengutus minimal peserta 5 orang. Meskipun sekarang masih meneraokan hal seperti itu namun tidak semaksimal dulu. Mungkin kondisi ini tak hanya dialami oleh Cabang Lempangang saja, namun juga cabang di daerah-daerah lain. Sangat menyedihkan menurut saya, semangat pemuda-pemudi yang makin kesini sangat surut atau menurun. Sifat juang dari para pejuang tidak ia lahirkan dalam dirinya. Beberapa pemuda-pemudi saat ini hanya sibuk memikirkan dunia handphonenya atau maya. Meskipun dari ada beberapa alasan lain dari permasalahan ini. Hasil dari sedikit penulusuran dan pengalaman saya, hal yang menjadi alasan beberapa diantara mereka yang tak aktif, ialah ingin aktif di organisasi atau perkumpulan lain. beberapa sudah banyak saya temui termasuk dari teman saya sendiri, karena rasa nyaman yang lebih ia rasakan dari perkumpulan lain.
Setiap masa memang berbeda,baik dari segi tantangan yang dihadapi ataupun yang lain. Namun sebagai kader muhammadiyah terkhususnya ikatan pelajar muhammadiyah harus tetap mampu berjuang untuk kejayaan gerakan Muhammadiyah dan cita-cita yang dibuat oleh muhammadiyah. Bangkit dan terus berjuang sebagai pemuda-pemudi yang berguna bagi bangsa dan negara. Terus tampil dan terampil untuk membanggakan dan membangun negara Indonesia yang lebih baik. Menggunakan sebaik-baik mungkin hak-haknya untuk berkarya, berprestasi dan megoptimalkan dirinya untuk sebagai contoh untuk pemuda-pemudi Indonesia. Kondisi perkaderan yang menurun bukanlah sebagai alasan agar semangat kekaderan juga turun dan tak lagi berkobar. Tetap semangat ber-IPM untuk IPM berjaya!!!.
Khuzaimah Dahlan (Sekbid KDI IPM Gowa)

Nuun Walqalami Wamaa Yasthurun

Popular Posts