Dalam Ikatan Pelajar Muhammadiyah Ada Bahagia Yang Tak Pernah Berkesudahan
Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), merupakan salah satu organisasi otonom Muhammadiyah yang bergerak di kalangan pelajar. Ia hadir sebagai wadah yang memiliki arah konkret untuk mengembangkan setiap baka dan minat serta potensi yang ada.
Organisasi yang berdiri pada 18 Juli 1961, eksistensinya tidak terlepas kaitannya dengan latar belakang berdirinya Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah Islam amar ma'ruf nahi mungkar yang ingin metakukan pemurnian terhadap aktualisasi ideologi Islam, sekaligus sebagai salah satu konsekuensi dari banyaknya sekolah yang merupakan amal usaha Muhammadiyah untuk membina dan mendidik para kader mudanya. Oleh sebab itu, dirasakan perlu hadirnya Ikatan Pelajar Muhammadiyah sebagai suatu perkumpulan para pelajar yang terpanggi kepada misi Muhammadiyah dan ingin tampil sebagai pelopor, pelangsung penyempurna perjuangan Muhammadiyah.
Tidak ada kata rugi, pun penyesalan yang kita dapati ketia menjadi bagian serta mengambil peran penting di IPM itu sendiri. Sebab, secara tidak langsungkita dituntut untuk dapat menjawab segala problematika yang semakin kompleks di tengah dinamika masyarakat yang selalu mengalami perubahan. Mengapa? Ini tidak terlepas sari salah satu nilai yang ada dalam batang tubuh IPM mengenai Nilai kemasyarakatan dalam gerakan IPM untuk selalu berpihak kepada cita-cita penguatan masyarakat sipil.
Lebih daripada itu, untuk menjangkau lebih banyak relasi dan mempererat tali silaturrahim sesama manusia, itu ada di sini. Sebab IPM tidak hanya ada di Sulawesi Selatan, tetapi telah menyebar dan mengakar di seluruh pelosok Nusantara. Dan kini, Nuun Walqalami wamaa yasthruun telah diucapkan dimana mana, sebagai bukti bahwa IPM ada dimana mana. Dan untuk lebih mendalami dan mengenal lebih jauh Ikatan Pelajar Muhammadiyah, silahkan persembahkan diri dengan ikhlas dan tulus dalam setiap proses yang tak pernah putus. Sebab dalam IPM, ada bahagia yang tak pernah berkesudahan.
Nuun Walqalami Wamaa Yasthuruun.
Nuun demi pena dan segala apa yang goreskannya, sebab pena adalah lambang kejayaan. Dan yang belum digoreskan, mari kita goreskan secara kolektif.
Zuljalali Wal Ikram (SEKBIDOR PD IPM GOWA)


